Data Center, Si Jantung Perusahaan Target Serangan

Apa jadinya jika Anda kehilangan data jutaan pelanggan dalam tempo singkat? Zomato, start up global yang aplikasi pencari kulinernya banyak digunakan (termasuk di Indonesia) itu pernah merasakan pahitnya kehilangan data. Tercatat sebanyak 17 juta data konsumen mereka tak hanya hilang, tetapi dicuri. Data itu termasuk alamat email dan password-nya. Jutaan data tersebut tercuri dari pusat data mereka pada beberapa bulan lalu.

Menurut laporan The Telegraph, salah satu operator terbesar di Inggris, pada tahun 2016 sempat tertimpa musibah. Hacker menyusup ke data base mereka dengan cara log in menggunakan akun karyawan. Akibatnya jutaan data pelanggan dalam status berbahaya.

Hampir semua serangan hacker menelusuk ke pusat data targetnya. Hal ini menjadi wajar mengingat data –apapun jenisnya- merupakan aset sebuah perusahaan. Apalagi data pelanggan. Data ibarat darah bagi sebuah perusahaan. Sementara pusat data (data center) bak jantungnya. Itu lah makanya, belakangan ini banyak perusahaan yang sangat peduli terhadap cara melindungi data yang mereka miliki.

Persoalannya tak sedikit pula perusahaan yang harus bekerja ekstra keras hanya untuk mengurusi data center mereka. Mereka memandang data center adalah aset yang harus dilengkapi dengan fasilitas teknologi terbaik. Hal ini berdampak pada biaya atau investasi yang mereka keluarkan. Ernest Sampera, CMO vXChnge, menyebutkan angka 200 USD untuk hitungan bangunan per meter persegi sebuah data center. Itu belum ditambah biaya instalasi serat optik sebesar 10.000 USD per mil-nya.

Ongkosnya akan semakin mahal jika biaya karyawan dan perlengkapan pendukung lainnya ditambahkan. Total yang dikeluarkan untuk membangun sebuah data center bisa mencapai puluhan ribu dolar. Sementara untuk perusahaan sekelas Facebook harus menyediakan setidaknya 500 juta USD.

Anda tentu harus berpikir ulang jika ingin memiliki data center sendiri. Meski sebenarnya ada solusi paling cepat dan sederhana. Cukup menggunakan jasa pihak lain (outsourcing). Untuk hal ini pilihan perusahaan yang manawarkan jasa pusat data cukup banyak. Namun umumnya penyedia layanan data center ini memiliki keterbatasan. Karena bukan berasal dari perusaahan yang memiliki infrastruktur lengkap. Akibatnya mereka harus menyewa lagi misalnya jaringan dari pihak lain.

STANDARISASI DATA CENTER

Perusahaan penyedia layanan data center yang lengkap setidaknya memiliki perangkat yang memadai. Ada lima hal yang perlu diperhatikan untuk menentukan perusahaan rekanan penyedia data center.


Apa saja kelima hal tersebut?


POWER
Untuk pasokan listrik memanfaatkan ketersediaan gardu PLN dengan dua gardu yang berbeda. Tambahan redundant UPS (2N), sementara setiap rak dilengkapi dengan dengan dua independent power lines yang masing-masing memiliki back-up UPS dan genset. Fasilitas kian terjamin berkat Bus Bar Trunking Power Distribution. Sebagai cadangan tersedia generator dengan kemampuan penyimpanan lebih dari tiga hari.


LINGKUNGAN
Untuk menjaga suhu lingkungan menggunakan N+1 Precision Air Conditioner System, FM 200 Fire Suppression dan sebuah Environmental Monitoring System.

KONEKTIVITAS
Tersedia lebih dari tiga jalur ke data center. Selain itu juga memungkinkan interkoneksi ke antaroperator. Bahkan dengan operator di luar negeri.

KEAMANAN
Secara teknis penyedia data center juga melengkapi dengan keamanan fisik seperti CCTV yang terjaga selama 7 x 24 jam. Selain tentu saja tersedia pusat monitoring network operasional yang mengawasi selama 7 x 24 jam.

REMOTE OPERATOR
Merupakan Layanan untuk pengoperasian atau penanganan gangguan terhadap perangkat pelanggan. Fasilitas ini juga tersertifikasi CCxP, CDC dan CDCS serta ITIL.
Dengan standarisasi ini menjamin data center perusahaan Anda lebih aman dan terkontrol. Yang lebih penting Anda tak perlu menyediakan investasi sendiri dan biaya operasional yang lebih mahal.


Informasi lebih lanjut silakan teruskan ke:

Data Center

Menjamin kontinuitas operasi dan pertumbuhan bisnis Anda dengan layanan data center yang aman dan always-on.