INDONESIA RAWAN SERANGAN PERANGKAT IoT, BAGAIMANA MENCEGAHNYA?

Highlite:

  • Serangan siber DDoS pada tahun silam telah naik dua kali lipat.
  • Kamera video jadi sasaran empuk serangan masa kini.
  • Pencegahannya tidak lain dengan menggunakan Anti DDoS.

Ironis memang, di saat perangkat Internet of Things (IoT) tengah menjadi tren, di sisi lain kasus serangan terhadap IoT juga meningkat pesat. Menurut catatan Dimension Data bahwa kasus tersebut meningkat dua kali lipat pada tahun 2016. Jumlah serangan siber emdenial-of-service (DoS) atau distributed-denial-of-service (DDoS) pada 2016 meningkat dari 3 persen menjadi 6 persen.

Dari seluruh kasus penyerangan terhadap perangkat IoT itu, 60 persen di antaranya terjadi di Asia. Salah satunya adalah Indonesia. Sebanyak 21 persen terjadi beberapa negara di Eropa, Timur Tengah dan Afrika. Sementara yang terjadi di Amerika justru paling kecil, yaitu mencapai 19 persen.

Persoalan ini muncul lantaran kurangnya pengawasan terhadap keamanan di tengah hype-nya IoT itu sendiri. Berbagai jenis kerusakan yang dialami oleh perusahaan antara lain; karyawan dan pihak internal kesulitan mengakses internet sehingga operasional perusahaan terganggu. Bagi perusahaan yang menggunakan layanan berbasis internet berisiko rusaknya rantai produksi hingga distribusi.

NTT Security menyatakan bahwa tren yang sedang berlaku saat ini justru penyerangan pada perangkat IoT yang memiliki kamera video. Jumlahnya nyaris dominan mencapai 66 persen. Serangan tersebut lantas menjalar ke perangkat IoT lainnya. Sejumlah hacker bahkan terindikasi menyasar berbagai jenis perangkat yang berbeda-beda.

Agresivitas hacker tentu bukan tanpa sebab. Mereka membidik tumbuhnya penjualan perangkat IoT yang amat luar biasa. Lembaga riset Gartner menyebutkan bahwa tahun 2017 sebanyak 8,4 milyar perangkat terkoneksi di seluruh dunia. Secara eksponensial pertumbuhannya bisa mencapai angka 20,4 milyar di tahun 2020.

Menggiurkan tentu saja bagi hacker melancarkan serangan. Dengan sistem yang mereka punya serangan dilancarkan untuk ke target ke perangkat yang lebih beragam.

Maka tidak ada cara lain selain menempatkan parameter keamanan pada sistem yang Anda gunakan di perusahaan. Anti DDoS tersebut harus dapat menangkal serangan baik yang berupa volumetrik maupun yang berupa application layer.

Sebagai operator yang menyiapkan layanan IT, Indosat Ooredoo Business menyiapkan Anti DDoS Protection yang berbasis pada platform Arbor® DDoS Protection.

Fitur yang ditawarkan antara lain;

  • Perlindungan terhadap segala jenis serangan DDoS.
  • Always-On untuk mendeteksi, mitigasi serta mengatasi dengan cepat.
  • Advance Visibility yang bertujuan melakukan pengamatan secara cermat pola lalu-lintas, geolocation hingga historical behaviour.
  • Laporan akan diserahkan setiap bulan kepada klien.

Bisa dipastikan kombinasi berkembangnya jenis perangkat IoT, sistem cloud maupun mobile internet justru memicu para hacker melakukan serangan ke tingkat lebih tinggi. Lebih canggih.

Jika Anda tak segera siapkan sistem pencegahan, bukan tidak mungkin jadi incaran. Sayangi dan amankan sistem Anda mulai sekarang.

Informasi lebih lanjut bagaimana Indosat Ooredoo Business memberikan solusi sistem pencegahan, Anda bisa cek di : https://indosatooredoo.com/id/business/product/it-services/anti-ddos

Anti DDoS

Solusi keamanan & perlindungan dari segala bentuk serangan DDoS