Indosat Ooredoo Siapkan “Starter Kit” untuk Bantu Pemimpin Daerah Wujudkan Smart City



Perkembangan sebuah kota atau kabupaten yang begitu cepat akan menghadirkan tantangan baru bagi pemerintah daerah. Sebut saja tantangan di bidang layanan publik, perumahan, transportasi, sampai kesejahteraan warga. Tantangan kian besar karena sumber daya yang dimiliki pemerintah seringkali tidak bisa mengimbangi laju pertambahan penduduk.

Untuk menjawab tantangan itu, pemerintah daerah memerlukan solusi yang efisien dan efektif. Salah satunya adalah penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Apalagi, di era digital ini, nyaris tidak ada aspek pemerintahan dan pelayanan publik yang bisa dilepaskan dari teknologi.

Melihat kebutuhan ini, Indosat Ooredoo pun mencoba membantu pemimpin daerah di Indonesia dalam membuat pondasi smart city dengan platform Kota Digital Indonesia. “Platform ini semacam starter kit sehingga kota atau kabupaten yang belum punya solusi smart city bisa langsung jump start dan sekelas dengan daerah-daerah lainnya yang lebih dulu menerapkan smart city,” ujar Budiharto (Group Head Business Product, Indosat Ooredoo).

Di dalamnya, terdapat empat fitur atau komponen utama, yaitu aplikasi pelaporan masyarakat, portal kota/kabupaten, dispatcher (penerusan laporan kepada satuan kerja yang berwenang), dan pemantauan sentimen masyarakat di media sosial. Melalui empat komponen utama ini, diharapkan pemerintah kota/kabupaten memiliki sistem untuk berkomunikasi sembari menangkap dinamika yang terjadi di masyarakat.

Budiharto menyebutkan bahwa platform smart city Kota Digital Indonesia dari Indosat Ooredoo ini akan dapat dirasakan dan dinikmati langsung manfaatnya oleh masyarakat. Warga bisa lebih cepat dan mudah melaporkan masalah dan mengecek proses tindak lanjutnya, sedangkan pemerintah daerah pun bisa memperoleh laporan yang valid dan real-time sehingga lebih cepat meresponsnya.

Setelah itu, Budiharto menjelaskan solusi Indosat Ooredoo bagi kota atau kabupaten yang telah mengembangkan smart city dan memiliki tingkat kematangan lebih tinggi.

“Kami menawarkan aplikasi-aplikasi lain yang sesuai dengan use case atau kebutuhan setiap daerah. Misalnya aplikasi pariwisata, pertanian, atau transportasi,” kata Budiharto. Uniknya, aplikasi-aplikasi itu akan saling terintegrasi karena memanfaatkan open data model di balik layar. Jadi, pemerintah tidak akan menemui masalah terkait update aplikasi dan konsistensi data.

Di luar penyediaan dan pengelolaan informasi, Indosat Ooredoo siap memberikan layanan bernilai tambah dan bisa dihubungkan dengan platform smart city.

Budi mencontohkan uji coba yang sedang dijalin dengan PDAM di beberapa kota. Dengan bantuan sensor dan teknologi Internet of Things, Indosat Ooredoo dapat membantu mendeteksi kebocoran pipa atau distribusi air bersih. Contoh lainnya adalah layanan video analytics untuk memantau perparkiran dan kemacetan lalu lintas.

“Intinya, kami dari Indosat Ooredoo ingin membantu pemerintah daerah fokus pada output-nya, program prioritas di daerah tersebut yang paling penting diselesaikan dan manfaat terbesar untuk masyarakat,” pungkas Budi.