Internet Bebas Hambatan, Prasyarat Wajib Transformasi Digital

Point penting:

  • Salah satu prasyarat wajib inisiatif transformasi digital di perusahaan adalah memiliki koneksi internet bebas hambatan yang cepat dan bisa diandalkan.
  • Indosat Ooredoo Business kini menyediakan jalur kabel internet bawah laut yang terhubung langsung ke Amerika Serikat serta ekspansi jalur baru ke Hong Kong dan Australia.
  • Melalui koneksi langsung ke Amerika Serikat dan jalur baru ke Asia Pasifik, kecepatan internet bisa meningkat hingga 30 persen dan always on.

Di tengah maraknya inisiatif transformasi digital, makin banyak perusahaan yang beralih ke solusi cloud computing, baik dari sisi infrastruktur, platform, maupun aplikasi. Sebut saja Amazon Web Services, Google Cloud, Microsoft Office 365, dan Salesforce. digital agency

Namun, salah satu tantangan utama bagi perusahaan di Indonesia yang ingin menerapkan solusi berbasis cloud adalah kondisi jaringan broadband yang kurang bisa diandalkan. Isu latency pun sering dikeluhkan karena bisa menghambat akses dan komunikasi real-time.

Hambatan utama yang dihadapi adalah ketergantungan Indonesia terhadap Singapura dalam urusan jalur kabel internet bawah laut internasional.

Selama ini, lalu lintas pengguna internet asal Indonesia yang ingin mengakses konten di kawasan Amerika, Eropa, atau Asia Pasifik, harus melalui Singapura, baru dihubungkan ke negara tujuan. Akibatnya, jarak tempuh data menjadi lebih panjang dan waktu akses pun bertambah lama. Selain itu, bagaimana jika suatu saat jalur via Singapura ini bermasalah?

Oleh karena itu, sudah saatnya Indonesia “lepas” dari Singapura.

Koneksi Langsung ke Amerika Serikat

Hal ini diwujudkan oleh Indosat Ooredoo Business yang sekarang menyediakan jalur kabel internet bawah laut yang terhubung langsung dengan Amerika Serikat, tepatnya ke PAIX (Palo Alto Internet eXchange). Jalur ini pun sudah bisa dinikmati oleh pelanggan Indosat Ooredoo Business mulai April 2017.

Melalui koneksi langsung ke AS, latency dapat ditekan dari rata-rata 300 milisekon menjadi 200 – 220 milisekon. Dengan kata lain, terjadi peningkatan kecepatan hingga 30 persen. Walhasil, pelanggan dapat beraktivitas dan berkolaborasi lewat platform dan aplikasi cloud lebih bebas hambatan.

Manfaat terbesar juga dapat dirasakan perusahaan multinasional yang memiliki kantor pusat di AS. Dengan jaringan Indosat Ooredoo Business, komunikasi audio dan video lewat internet akan terhindar dari lag. Pertukaran data dalam volume besar pun bukan lagi masalah berarti.

Pelanggan potensial lainnya adalah game provider yang punya hosting di AS dan pemainnya banyak berasal dari Indonesia. Sebagai penyedia jasa aplikasi, mereka harus bisa menawarkan gaming experience yang cepat dengan latency (jeda waktu) yang minim.

Ekspansi Jaringan ke Hong Kong dan Australia

Memiliki sambungan langsung ke AS bukan berarti Indosat Ooredoo Business serta-merta meninggalkan Singapura. Bagaimanapun, Singapura tetap memegang peran penting sebagai hub Asia Pasifik.

Indosat Ooredoo Business telah menyediakan sejumlah pilihan jalur kabel laut internasional yang melalui Singapura, yaitu SMW3 dengan kapasitas bandwidth 100 GB, Jakabare (lewat Pontianak dan Batam) dengan kapasitas 440 GB, dan B2JS (lewat Bangka dan Batam) dengan kapasitas 500 GB.

Saat ini, Indosat Ooredoo Business sedang merampungkan jalur berteknologi baru yang menjangkau Singapura dan Perth (Australia). Dengan panjang 4.600 km, jalur ini dinamai Indigo dan dibangun bersama konsorsium yang terdiri dari Indosat Ooredoo Business, Superloop, Google, Telstra, Singtel, dan AARnet. Jalur Indigo sanggup menawarkan kecepatan up to 19,2 – 24 Tbps dan diperkirakan bisa digunakan mulai kuartal pertama 2018.

“Sudah menjadi policy Indosat Ooredoo Business untuk memiliki minimal tiga jalur backbone internasional untuk berjaga-jaga sehingga always on. Kalau ada satu yang putus, yang lain bisa mem-backup,” kata Budiharto (Group Head Business Product, Indosat Ooredoo Business).

Sementara itu, guna menyediakan jalur alternatif tanpa melalui Singapura, Indosat Ooredoo Business akan segera menghadirkan jalur kabel bawah laut Trans Nusantara yang menghubungkan antara Jakarta, Pontianak, Kuching, dan Hong Kong. Jalur ini merupakan hasil kerja sama konsorsium yang digagas Indosat Ooredoo Business, Trans Hybrid Communication, dan Danawa.

Menurut Budiharto, Kuching yang terletak di negara bagian Sarawak, Malaysia, sangat strategis lokasinya untuk dijadikan proxy alternatif Singapura. Posisinya di Pulau Kalimantan juga membuka peluang pasar baru bagi Indosat Ooredoo Business jika ingin menjangkau sektor industri perkebunan dan pertambangan, termasuk perusahaan asal Malaysia dan Brunei Darussalam.

Jalur Trans Nusantara diharapkan dapat beroperasi mulai paruh kedua tahun 2017 ini. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi ke layanan pelanggan Indosat Ooredoo Business di 0815-1201-8888.

IP TRANSIT

Indosat Ooredoo menyediakan
layanan jaringan IP transit internet
domestik dan internasional bagi ISP

Info Lengkap