NEXTfleet Memberi Solusi Hulu ke Hilir Industri Supply Chain

Poin penting:

  • Industri ritel modern berkembang sangat pesat di Indonesia.
  • Proses rantai distribusi pada industri ritel cukup rumit dan memerlukan tingkat ketelitian tinggi.
  • Untuk menjadi perusahaan ritel modern terbaik, diperlukan sistem monitoring rantai distribusi yang canggih.

Industri ritel lebih cepat berkembang dibandingkan pasar tradisional. Saat ini, Anda akan lebih banyak melihat pertumbuhan mini market jauh lebih cepat dibandingkan pasar tradisional.

Tidak berkembangnya pasar tradisional disebabkan karena banyak hal, di antaranya adalah, masih buruknya infrastruktur kelembagaan pasar tradisional dan kebanyakan pengembangan kelembagaan pasar tradisional masih dikelola secara tradisional dan kurang profesional.

Selain perbedaan tata kelola, berkembangnya industri ritel tak lepas juga dari jejaring distribusi yang handal, sehingga ritel modern bisa memastikan ketersediaan barang selalu ada serta mampu menekan biaya distribusi dan biaya pengadaan barang.

Salah satu perusahaan ritel besar yang beroperasi di Indonesia menggunakan aplikasi untuk memastikan bahwa rantai distribusi bisa berjalan dengan baik dan bisa terintegrasi dengan pemasok.

Selain untuk memantau rantai distribusi dan pemasok, aplikasi yang digunakan oleh mereka juga mampu menjalankan sistem tata kelola gudang yang baik. Mulai dari melakukan pengecekan ketersediaan barang di gudang, hingga barang tersebut sampai ke gerai.

Proses rantai distribusi sangatlah panjang dan membutuhkan tingkat ketelitian yang tinggi. Perusahaan mengatur proses mulai dari ketersediaan barang oleh pemasok, ketersediaan barang di gudang penyimpanan, pengantaran barang hingga ketersediaan barang di gerai.

Untuk memastikan proses tersebut berjalan dengan baik, lancar, efektif dan efisien, diperlukan sebuah sistem dan aplikasi yang mampu menangani proses rantai distribusi tersebut.

Rumitnya proses distribusi ini membuat banyak pengusaha Indonesia kewalahan. Menurut survey DHL Supply Chain (industry.bisnis.com 9/9/2015), 73% pengusaha Indonesia tidak mampu mengontrol biaya logistik yang mereka habiskan selama ini.

Survey tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara paling boros di antara negara Asia yang disurvei oleh DHL Supply Chain, yakni India, Indonesia, Thailand dan Vietnam.

Di sisi lain, para peritel belakangan juga memiliki pabrikasi untuk pengolahan berbagai produk seperti makanan, peralatan rumah tangga dan sebagainya. Dengan semakin lebih panjangnya rantai bisnis ritel maka kebutuhan armada yang mampu mengakomodasi distribusi bahan baku dari supplier pun kian tinggi. Armada tidak hanya mendistribusikan produk dari gudang, melainkan juga dioptimalkan untuk menjemput bahan baku dari supplier.

Bagaimana mengatasi masalah yang sering dihadapi seperti di atas? Indosat Ooredoo Business menawarkan solusi dengan layanan yang bernama Nextfleet.

Nextfleet mengoptimalkan proses distribusi mulai dari perencanaan, penjadwalan, penugasan, sampai dengan pemantauan armada secara akurat dan real time menggunakan aplikasi mobile dan perangkat IoT lainnya. Layanan ini melibatkan tiga persona yang dapat saling berinteraksi, antara lain manajer Fleet, driver kendaraan distribusi dan pelanggan. Driver dan pelanggan dapat menggunakan Nextfleet melalui perangkat mobile mereka.

Aplikasi yang digunakan pengemudi dilengkapi dengan peta yang akan memandu ke mana arah tujuan pengantaran (navigation). Dengan begitu, pengemudi bisa bergerak lebih strategis ketika menentukan jalur yang dikehendaki. Mungkin ia juga perlu menghindar jalur macet agar perjalanan lebih efektif.

Tertarik untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana Indosat Ooredoo Business bisa membantu perusahaan Anda dalam pengoptimalan proses rantai distribusi? Klik di sini atau kontak kami di 0815-1201- 8888