Smart Logistic dengan Nextfleet

Poin penting:

  • Transaksi e-commerce di Indonesia meningkat pesat dari tahun ke tahun, dengan jumlah transaki mencapai miliaran dollar.
  • Menurut data Worldbank, layanan logistik di Indonesia mendapatkan peringkat yang kurang baik, bahkan menurun dari tahun sebelumnya.
  • Untuk membuat layanan logistik lebih baik, dibutuhkan sistem yang bisa secara tepat mengatur alur distribusi.

Transaksi online di Indonesia meningkat dari tahun ke tahun. Kebiasaan orang-orang Indonesia untuk berbelanja secara daring, baik melalui layanan e-commerce ataupun melalui media sosial seperti Instagram atau LINE.

Menurut data dari Social Research & Monitoring soclab.com menunjukkan, pada tahun 2015 pengguna internet di Indonesia mencapai 93,4 juta. Dari jumlah tersebut, 77 persen diantaranya mencari informasi produk dan belanja secara daring.

Pada 2016, jumlah online shopper mencapai 8,7 juta orang dengan nilai transaksi sekitar 4,89 miliar dolar AS. Bandingkan dengan tahun 2014 yang angka transaksinya ‘hanya’ menyentuh 2,6 miliar USD.

Jumlah transaksi belanja secara daring ini juga diprediksi akan semakin meningkat di tahun-tahun mendatang, bahkan Bloomberg menyatakan bahwa di tahun 2020, separuh dari jumlah penduduk Indonesia akan terlibat dalam kegiatan e-commerce.

Prediksi tersebut juga diamini oleh McKinsey dengan memperkirakan bahwa transaksi digital di Indonesia akan menigkatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 150 miliar dollar di tahun 2025.

Positifnya prediksi transaksi daring di Indonesia tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas industri logistik, terutama pada angkutan barang.

Menurut data dari Worldbank, Logistic Performance Index (LPI) Indonesia justru mengalami penurunan, dari yang sebelumnya berperingkat 53 (2014) menjadi peringkat 63 (2016).

Selain parameter LPI, Setijadi, Chairman Supply Chain Indonesia menyatakan, rantai pasokan dari aspek logistik, yaitu efisiensi waktu dan biaya masih rendah. Tidak efektif dan efisiennya sistem pengiriman di lapangan akan membuat biaya transportasi dan bahan bakar menjadi besar dan berakibat pada mahalnya biaya logistik.

Untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pada layanan logistik, perusahaan membutuhkan sistem yang smart, seperti Nextfleet.

Nextfleet merupakan layanan Internet of Things (IoT) yang ditawarkan oleh Indosat Ooredoo Business untuk perusahaan logistik, supply chain, manufaktur, transportasi dan retail yang membutuhkan efektifitas, efisiensi biaya dan peduli pada kepuasan pelangggan.

Nextfleet menawarkan berbagai macam fitur yang bukan saja bermanfaat untuk perusahaan, namun juga memudahkan bagi pelanggan. Keuntungan yang bisa diberikan oleh Nextfleet antara lain:

  • Nextfleet mampu membantu perusahaan untuk mengurangi biaya operasional dengan membantu membuat aktivitas ditribusi terencana. Dengan memiliki jalur distribusi terencana akan membuat proses logistik lebih efektif dan akan membantu mengurangi biaya bahan bakar dan pemeliharaan kendaraan.
  • Meningkatkan produktivitas dengan mengoptimalkan armada yang ada untuk meningkatkan kapasitasi distribusi.
  • Fitur NEXTfleet memungkinkan pelanggan untuk bisa menjadwalkan pengiriman dan melacaknya secara real-time.

NEXTfleet memiliki beberapa fitur andalan, yaitu:

  • Three Personas. NEXTfleet memberikan fitur-fitur berbeda untuk fleet manager, driver dan pelanggan.
  • Multi Point Distribution. Bisa digunakan untuk melakukan aktivitas distribusi ke beberapa lokasi tujuan.
  • Real-time. Dapat melakukan monitor posisi dan aktivitas distribusi secara real-time.
  • Customized. NEXTfleet bisa dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda.

Bisnis logistik di tanah air masih menjadi bisnis idaman bagi pengusaha di Indonesia, dan Nextfleet dari Indosat Ooredoo Business bisa membantu meningkatkan efektifitas, efisiensi dan kepuasan pelanggan Anda.

Tertarik untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana Indosat Ooredoo Business bisa membantu perusahaan Anda dalam pengoptimalan armada? Klik di sini atau kontak kami di 0815-1201- 8888.

NEXTfleet



Info Lengkap