Dewan Komisaris

Waleed Mohamed Ebrahim Alsayed (Komisaris Utama Indosat Ooredoo)

Bapak Waleed Mohamed Ebrahim Al-Sayed, 52, diangkat sebagai Komisaris Utama Indosat Ooredoo pada bulan Maret 2016. Beliau merangkap sebagai Deputy CEO - Ooredoo Group dan CEO - Ooredoo Qatar sejak bulan November 2015. Melalui berbagai tugas manajerial dan tanggung jawab yang diemban sebagai anggota berbagai dewan di perusahaan Ooredoo Group, Bapak Waleed telah mendapatkan pengalaman yang luas di sektor informasi dan teknologi, baik di Qatar dan wilayah regional sekitarnya. Beliau sebelumnya menjabat sebagai Chief Operating Officer Ooredoo Qatar dan saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan di Indosat Ooredoo; Ketua Dewan di Ooredoo Myanmar Limited; dan Anggota Dewan MEEZA (perusahaan teknologi patungan antara Ooredoo dan Qatar Foundation). Sebelumnya pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Ooredoo Aljazair dan Ketua Dewan Starlink. Beliau memperoleh gelar Executive Masters dari HEC Paris di bidang Administrasi Bisnis dengan kehormatan penuh.

Pada tahun 2011, Bapak Waleed ditunjuk sebagai Chief Operating Officer Ooredoo Qatar. Pada periode persaingan tinggi, beliau memimpin bisnisnya sehingga terus bertumbuh, meningkatkan orientasi kepada pelanggan dan menciptakan budaya bisnis yang lebih dinamis. Pada tahun 2013, beliau memiliki peran utama dalam rebranding menjadi Grup Ooredoo, dan mendukung kegiatan operasional di Qatar sebagai operasi pertama yang mengangkat brand tersebut. Atas keberhasilannya dalam peran ini, beliau kemudian ditunjuk sebagai Wakil CEO - Ooredoo Group dan CEO - Ooredoo Qatar.

Karir Bapak Waleed telah mencakup berbagai jabatan manajerial senior di bagian Penjualan, Pemasaran, Pengembangan Bisnis, Strategi, Manajemen Proyek, Komunikasi dan Layanan Pelanggan. Beliau telah menerima banyak penghargaan profesional, termasuk penghargaan global “Desain Toko Ritel Terbaik” bagi tim customer servicenya pada tahun 2009, dan mencatat rekor jumlah penghargaan tertinggi di “Contact Centre World Awards” yang diselenggarakan di Inggris, dimana presentasi Bapak Waleed meraih Gold Award Gold Award untuk Best Customer Service di wilayah Timur Tengah & Afrika Utara.

Hans Anthony Kuropatwa (Komisaris)

Bapak Hans Anthony Kuropatwa, 57, diangkat sebagai Komisaris Indosat Ooredoo pada bulan Maret 2016. Beliau telah menjabat sebagai Direktur Eksekutif Business Development Ooredoo Group sejak tahun 2010, Non-Executive Director and Investor in Arkessa sejak tahun 2009, dan investor serta penasehat di perusahaan mobile learning Skill Pill M Learning sejak tahun 2007. Sebelumnya juga telah menjabat sebagai anggota dewan di sejumlah perusahaan telekomunikasi termasuk: Vodacom (Afrika Selatan); EPlus (Jerman); SFR (Perancis); Omnitel (Itali) and Safaricom (Kenya).

Sebelum bergabung di Ooredoo, beliau menjabat sebagai Partner di Ventura Team LLP, London dan Direktur Eksekutif Interim mengembangkan eircom mobile di eircom, Dublin. Bapak Hans ditunjuk menjabat bebagai jabatan senior selama periode sembilan tahun di Vodafone termasuk: Group Business Development Director; CEO Vodafone Swedia; Regional Managing Director dan Group Marketing Director. Beliau juga pernah menjabat sebagai Managing Director Telco di Motorola sejak tahun 1995 hingga 1998.

Bapak Hans memperoleh gelar Bachelor di jurusan Teknik Mekanik dari Imperial College London pada tahun 1980 dan gelar MBA dari Manchester Business School, United Kingdom pada tahun 1983.

Syed Maqbul Quader (Komisaris Independen)

Bapak Syed Maqbul Quader diangkat menjadi Komisaris Independen sejak 31 Agustus 2016. Beliau memperoleh gelar  Bachelor of Commerce dari Universitas Dhaka di tahun 1969. Bapak Syed Magbul Quader merintis karirnya di bidang finansial dan berpengalaman di berbagai posisi strategis di kota-kota besar dunia seperti Dhaka, Hong Kong, Amerika Serikat, dan London. Sebelum bergabung dengan Indosat Ooredoo, Bapak Syed Maqbul Quader menjabat sebagai Chairman of the Board of Director (2013 – 2016) di Bank Al Rajhi - Malaysia, Bank Al Rajhi pertama dan terbesar di luar Saudi Arabia, dimana beliau berhasil menerapkan strategi yang berhasil mencatatkan laba bagi bank yang beliau pimpin.

Wijayanto Samirin (Komisaris Independen)

Bapak Wijayanto Samirin, 44, diangkat sebagai Komisaris Independen Indosat Ooredoo sejakb bulan Januari 2015. Saat ini beliau adalah Staf Khusus Wakil Presiden Republik Indonesia untuk bidang Ekonomi dan Keuangan. Beliau juga merupakan salah satu pendiri dan Direktur Institut Kebijakan Publik Paramadina (PPPI), serta Wakil Rektor dan lektor di Universitas Paramadina, Jakarta, sejak tahun 2007 hingga 2015. Sebelum bergabung di Paramadina, beliau berkarier 9 tahun di industri investasi perbankan serta hedge fund. Beliau menjabat berbagai posisi di Farindo/Farallon Capital LLC, ABN AMRO Asia Securities, dan Makindo Securities.

Bapak Wijayanto adalah penerima beasiswa Fulbright yang meraih gelar Master di bidang Kebijakan Publik dari Georgetown University, Washington D.C., Amerika Serikat, dan gelar Sarjana Teknik Sipil dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Beliau telah menulis 4 buku serta lebih dari 100 artikel dan sejumlah makalah akademik.

Elisa Lumbantoruan (Komisaris Independen)

Bapak Elisa Lumbantoruan, 55, diangkat sebagai Komisaris Independen pada bulan Juni 2015, dan anggota Komite Audit sejak bulan Juli 2015. Saat ini beliau menjabat Direktur Utama & CEO PT ISS Indonesia. Beliau sebelumnya menempati posisi EVP/Direktur Sumber Daya Manusia, TI, dan Strategi di PT Samora Usaha Makmur sejak tahun 2014.

Bapak Elisa mengawali karier di bidang teknologi informasi pada tahun 1980, menanjak terus ke posisi senior di PT Hewlett-Packard Indonesia, termasuk menjadi Direktur Utama dan Manajer Umum Country TSG dari tahun 2002-2007. Setelah itu beliau bergabung dengan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, di mana beliau menjabat berbagai posisi strategis antara lain Direktur & EVP Pemasaran dan Penjualan, EVP CFO Keuangan/Grup, EVP Strategi Korporasi dan TI dari tahun 2007-2013. Bersamaan dengan itu, beliau menjadi Komisaris Independen di PT XL Axiata Tbk, dari tahun 2008-2012, Komisaris Utama PT Citilink Indonesia dari 2008-2013, dan Komisaris Utama PT Gapura Angkasa dari tahun 2009-2013.

Bapak Elisa meraih gelar Sarjana di bidang Matematika dari Institut Teknologi Bandung, Indonesia.

Heru Pambudi

Heru Pambudi ditunjuk sebagai Komisaris Indosat Ooredoo sejak tanggal 24 Mei 2017.

Saat ini Heru Pambudi juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Sejak tahun 2010 karirnya di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus meningkat, mulai dari pejabat eselon II, kemudian menjabat sebagai Direktur Fasilitas Kepabeanan, Direktur Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai, hingga akhirnya menjadi Direktur Jenderal Bea dan Cukai pada tahun 2015.

Heru aktif di berbagai forum dan program di ASEAN, seperti ASEAN Border Leadership Exchange Programme, The Border Intelligence Workshop, dan the 7th ASEAN Enforcement and Compliance Working Group Meeting.

Ia memperoleh gelar sarjana dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada tahun 1996, setelah sebelumnya menyelesaikan program Diploma III Spesialisasi Kepabeanan dan Cukai di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) pada tahun 1991. Ia kemudian mendapatkan gelar Master of Law dari University of Newcastle-Upon Tyne pada tahun 2001.

Ahmad Al-Neama

Ahmad Al-Neama diangkat sebagai Komisaris Indosat Ooredoo pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada tanggal 17 Oktober 2018. Beliau menjabat sebagai Group Chief Technology Officer Ooredoo Group. Sejak bergabung di Ooredoo Group pada tahun 2010, beliau telah menjabat berbagai peranan operasional dan manajemen, dengan rekam jejak yang terbukti dalam hal pengelolaan yang efektif, kemampuan memimpin tim, pengelolaan proyek, serta pengembangan bisnis dan strategi.

Saat ini beliau adalah anggota Dewan Direksi Ooredoo Myanmar (sejak Mei 2018), Ooredoo Tunisie (sejak Mei 2018) dan Ooredoo Oman (sejak Maret 2014), juga Ooredoo Group CTO (sejak Juli 2017), dan Chief Sales & Service Officer Ooredoo Qatar (sejak 2015). Beliau bergabung di Ooredoo Group pada tahun 2010 dalam peranan operasional kemudian ditunjuk bergabung di manajemen berdasarkan pencapaiannya yang unggul.

Ahmad meraih gelar di bidang Teknik Elektro dan Elektronika di University of Colorado, Denver, Amerika Serikat (2002-2003).

Andrew Kvålseth

Bapak Andrew Kvålseth diangkat sebagai Komisaris PT Indosat Tbk (“Perseroan”) pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan pada tanggal 17 Oktober 2018.

Saat ini beliau menjabat sebagai Chief Commercial Officer di Ooredoo Group. Dari 2013 sampai 2018, dia bekerja di DTAC (Telenor ASA) sebagai Chief Strategy Officer, Chief Digital Officer, Chief Marketing Officer dan CEO of Line Mobile. Sebelumnya dia pernah bekerja sebagai Chief Strategy Officer di Telenor Digital Services (Telenor ASA) dari 2012 sampai 2013. Sebelum itu, dia bekerja sebagai Director Group Strategy di Telenor Group Strategy (Telenor ASA) dari 2011 sampai 2012.

Pengalaman kerja beliau sebelumnya adalah sebagai Strategy/Management Consultant – Private Equity Group di Bain & Company, Inc (2008 – 2011), sebagai Manager Business Intelligence Group pada Capgemini (2005 - 2007), dan sebagai IT Consultant di Fair Isaac (2002 - 2005).

Beliau memperoleh gelar M.B.A dari University of Oxford - Said Business School pada tahun 2008 dan B.B.A, Finance and Info System Analysis and Design dari University of Wisconsin, Madison, Amerika Serikat di tahun 2002.

Hilal Malawi

Hilal S. Malawi diangkat sebagai Komisaris Indosat Ooredoo pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada tanggal 17 Oktober 2018. Beliau adalah Penasihat bagi Chief Executive Officer Otoritas Investasi Qatar (sejak 2016). Beliau berpengalaman lebih dari 25 tahun di bidang telekomunikasi, keuangan, perencanaan strategis dan pengembangan bisnis.

Sebelumnya beliau menjabat antara lain sebagai Penasehat Ketua Dewan Ooredoo (2015), konsultan independen di bidang telekomunikasi dan teknologi (2011-2014), Head of Business Development serta berbagai jabatan senior lainnya di Qtel International (2007-2010), CFO Accelerator Technology Holdings (2006-2007) dan Director of Corporate Finance di Investcom LLC (2004-2006). Pada periode 1997-2003, beliau ditunjuk sebagai Director of Strategic Planning dan Director of Asia Strategy and Development di Bechtel Teleommunications. Beliau memulai karirnya di Verizon Wireless (Bell Atlantic Mobile) pada tahun 1990 dan pada akhirnya ditunjuk menjadi Associate Director of International Business Development.

Bapak Hilal lulus pada tahun 1983 dengan gelar Sarjana Administrasi Bisnis dari Universitas Amerika di Beirut, Lebanon, dan kemudian memperoleh gelar Master of International Degree dari Thunderbird School of Global Management di Arizona, Amerika Serikat pada tahun 1987.