5 Tahun Komitmen Indosat Ooredoo Memberdayakan Perempuan Indonesia

Komitmen untuk meningkatkan jumlah perempuan Indonesia yang terhubung ke internet menjadi 43% di tahun 2020

Jakarta, 22 Desember 2017 - Mewujudkan komitmen perusahaan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas lebih dari 7 juta perempuan Indonesia di dunia digital pada 2020, Indosat Ooredoo secara konsisten terus melanjutkan program pemberdayaan perempuan Indonesia yang telah dimulai sejak 5 tahun lalu. Komitmen ini diwujudkan melalui payung program INSPERA (Inspirasi Perempuan Indonesia) yang secara aktif menyelenggarakan berbagai program pemberdayaan wanita melalui literasi digital, agar kaum perempuan Indonesia mampu mengambil manfaat positif dari dunia digital dalam rangka meningkatkan kualitas hidupnya.

“Mengacu pada jumlah pengguna seluler yang mencapai lebih 278 juta pengguna di tahun lalu, hanya 13 juta perempuan yang memiliki akses internet atau dunia digital. Sebagai salah satu pusat dari layanan teknologi digital, kami sangat peduli dengan kondisi ini. Dalam 5 tahun terakhir kami secara konsisten menyelenggarakan berbagai program pemberdayaan perempuan di bawah payung program INSPERA. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas kehidupan perempuan Indonesia melalui pemanfaatan teknologi digital. Kami percaya bahwa perempuan memiliki hak yang sama untuk lebih berperan dalam masyarakat, keluarga dan lingkungannya serta turut memajukan perekonomian bangsa,” demikian disampaikan Deva Rachman, Group Head Corporate Communications Indosat Ooredoo.

Berbagai program yang dilaksanakan pada tahun 2017 ini antara lain Indosat Ooredoo mengajak pengusaha perempuan binaannya untuk tampil di acara Kriyanusa 2017 yang berlangsung di Jakarta Convention Center pada Oktober lalu. Indosat Ooredoo mengundang 3 komunitas pengusaha perempuan untuk memamerkan hasil usahanya dalam pameran berskala nasional guna lebih memperkenalkan kepada khalayak yang lebih luas. Hasil karya yang dipamerkan berupa batik tulis khas Banyumasan serta aksesoris batik dari komunitas batik Soka Ayu – Purwokerto, berbagai hasil olahan berbahan dasar puyuh seperti abon puyuh, telur puyuh, kerupuk tulang puyuh dari komunitas TKI Purna Sukabumi. Selain itu juga kerajinan tas dari tali kur (tas kalikur) dan berbagai aksesoris seperti bros, gelang dan gantungan kunci, dari perempuan pengrajin di Indramayu.

Masih di 2017, Indosat Ooredoo juga menyelenggarakan Pelatihan Digital bagi Wanita Pedagang Pasar di Sukabumi- Jawa Barat. Tujuan dari program ini adalah meningkatkan keterampilan dasar teknologi informasi dan komunikasi untuk mendukung kegiatan wirausaha bagi perempuan pengusaha kecil dan menengah, khususnya para perempuan pedagang pasar dan TKI purna di wilayah Sukabumi. Materi pelatihan meliputi pengenalan tablet dan sistem android, penggunaan sosial media untuk kegiatan penjualan dan pemasaran produk serta panduan keamanan internet.

Sebelumnya, Indosat Ooredoo telah menggagas beragam inisiatif lain untuk perempuan sejak 2012 melalui program INSPERA ini. Antara lain program pemberdayaan khusus keterampilan bagi para perempuan purna TK, yang membekali mereka agar lebih berkualitas dalam bekerja serta meningkatkan keterampilan kewirausahaan agar lebih mandiri tanpa perlu bekerja di luar negeri. Diharapkan program literasi digital yang diberikan akan membuat para purna TKI semakin mudah dan efisien dalam melakukan proses pencarian informasi, komunikasi, mengatur keuangan usaha, melakukan pemasaran, atau kegiatan lainnya.

Mulai 2016, INSPERA memperluas program dengan mengadakan rangkaian kelas master dan profesional (Women Masterclass) seperti talkshow dengan para pengusaha perempuan terkemuka hingga pejabat pemerintahan. Selama kegiatan dari bulan Maret sampai November 2016, lebih dari 600 perempuan mendapatkan manfaat dari program tersebut. Sedangkan total penerima manfaat dari seluruh kegiatan INSPERA hingga tahun 2017 mencapai lebih dari 1.400 perempuan di Indonesia.

Selain melalui INSPERA, komitmen pemberdayaan ini juga ditunjukkan melalui kegiatan Indosat Ooredoo Wireless Innovation Contest (IWIC) yang pada tahun 2016, yang membuka kategori khusus perempuan. Sebanyak 750 perempuan mengikuti kategori tersebut, tak hanya dari Indonesia, tapi juga luar negeri.

Dengan visi yang kuat untuk menjadi perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia, Indosat Ooredoo percaya dapat mewujudkan komitmen untuk terus memberikan manfaat digital bagi seluruh perempuan Indonesia, guna mengatasi 3 masalah kesenjangan yang dialami wanita di dunia, yaitu kesenjangan pengetahuan dalam menggunakan internet dan solusi digital untuk memperluas wawasan, kesenjangan kemampuan menambah penghasilan dan kesenjangan pendanaan atau akses layanan keuangan/perbankan.

“Inisiatif-inisiatif yang telah kami lakukan selama ini merupakan bagian dari Women Connected to Mobile Internet Campaign, sebuah kampanye jangka panjang dalam rangka mewujudkan komitmen Indosat Ooredoo untuk memastikan konektivitas dan internet dapat digunakan untuk mendorong perkembangan dan peranan perempuan Indonesia. Melalui semua program ini kami berkomitmen untuk meningkatkan jumlah perempuan Indonesia yang terhubung ke internet menjadi 43% di tahun 2020,” demikian Deva Rachman menutup penjelasannya.