Dukung korporasi menghadapi digital disruption, Indosat
Ooredoo Business luncurkan ‘ICT Annual Report 2017’

Jakarta, 15 Desember 2016 – Saat ini, digital disruption, yaitu perubahan perilaku dan gaya hidup menggunakan media digital, termasuk cara orang berkomunikasi dan mencari informasi, cara berbelanja, dan cara memenuhi berbagai kebutuhan melalui media digital menjadi topik hangat di kalangan pebisnis. Penetrasi smartphone dan tersedianya akses internet broadband serta berbagai aplikasi innovatif termasuk social media semakin mendorong perubahan gaya hidup masyarakat yang pada gilirannya merubah peta dunia bisnis. Hal tersebut dikupas habis dalam Indosat Ooredoo ICT Conference yang diadakan di November lalu.

Sebagai rangkaian Indosat Ooredoo ICT Conference, Indosat Ooredoo Business kali ini meluncurkan , ‘ICT Annual Report 2017’ sebagai komitmen dalam mendukung pebisnis dan pelanggan korporasi dengan insight yang dapat berguna sebagai referensi untuk menghadapi tantangan dan trend di tahun 2017 dan masa depan. ICT Annual Report 2017 mengupas situasi makro ekonomi Indonesia menuju digital economy dimana ICT menjadi key-enabler dalam bisnis dan bagaimana pebisnis atau korporasi melangkah dalam transformasi digital dalam upaya memberikan pengalaman digital yang terbaik kepada pelanggannya. Transformasi digital (digital transformation) termasuk perubahan peran CIO untuk mendukung transformasi digital di perusahaannya juga dibahas lebih dalam.

“Dampak digital disruption sudah sedemikian besar sehingga memaksa pebisnis untuk mempertahankan pelanggan dan revenue-nya dengan berupaya untuk memberikan pengalaman digital kepada para pelanggannya. Hal ini menjadikan investasi pada transformasi digital menjadi sangat penting. Tidak harus mahal tetapi yang terpenting adalah terencana dan dapat diimplementasikan secara cepat dan fleksibel sesuai dengan perkembangan bisnis perusahaan. Kami membagikan pengalaman ini di dalam ICT Annual Report 2017”, ungkap Alexander Rusli, President Director & CEO Indosat Ooredoo.

ICT Annual Report 2017 juga menyajikan trend dan tantangan dari beberapa industri vertikal seperti perbankan, asuransi, manufaktur dan distribusi, pertambangan dan industri retail atau perdagangan yang dilengkapi dengan solusi ICT untuk menjawabnya.

“Di saat bersamaan banyak pebisnis dituntut untuk mengurangi biaya operasional, dituntut untuk lebih efisien. Namun di saat yang sama, pebisnis juga dituntut untuk meningkatkan produktivitas dan revenue serta melakukan inovasi produknya dengan cepat untuk mengejar kecepatan perkembangan teknologi digital yang diadopsi oleh pelanggan. Tantangan ini dapat terjawab hanya dengan transformasi transformasi digital sehingga didapatkan solusi ICT yang tepat, yang bukan hanya efisien, tetapi dapat memberikan pengalaman digital terbaik kepada pelanggan,” ungkap Herfini Haryono, Director and Chief Wholesale & Enterprise Officer Indosat Ooredoo.

Indosat Ooredoo Business terus berpaya menjadi mitra penyedia solusi ICT terdepan dan terpercaya bagi pelanggan bisnis dan korporasi. Peluncuran platform IoT NEXThing di November lalu dan diikuti oleh diterbitkannya ‘ICT Annual Report 2017’ adalah upaya Indosat Ooredoo Business untuk lebih mengerti dan memahami kebutuhan pebisnis dan korporasi, selaras dengan untuk menjadi “Preferred Digital Solutions Partner Connecting Business across Indonesia”.

“Kami berkomitmen untuk terus mendukung para pelanggan bisnis kami dalam melakukan transformasi digital dan ‘ICT Annual Report 2017’ adalah salah satu wujud nyatanya. Tidak hanya kali ini, kami akan meluncurkan ICT Annual Report di tahun-tahun berikutnya. Para pebisnis yang tertarik untuk mendapatkan buku ini, silakan menghubungi Account Manager Indosat Ooredoo Business atau dapat mengunjungi website indosatooredoo.com/business”, pungkas Herfini Haryono.