Layanan Telekomunikasi Indosat Ooredoo Siap Bangun Masyarakat di Wilayah Terpencil Indonesia

Hadirnya 119 BTS Baru Membuka Peluang Potensi Ekonomi dan Pengembangan Masyarakat menuju Ekonomi Digital Indonesia

Dua BTS USO dari 15 BTS yang sudah dibangun Indosat Ooredoo, BTS site Tutumalelo (kanan) dan BTS site Duono (kiri). BTS tersebut menjadi tonggak kehadiran Indosat Ooredoo di wilayah terpencil yang belum tersentuh layanan telekomunikasi. Diharapkan kehadiran layanan Indosat Ooredoo akan membuka akses, peluang dan potensi ekonomi, meningkatkan daya saing, mengundang investasi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat wilayah 3T secara keseluruhan.

Jakarta, 22 Januari 2018- Menegaskan komitmennya mendukung pemerintah dalam mempercepat pembangunan ekonomi nasional di wilayah 3T (Tertinggal, Terpencil dan Terluar), Indosat Ooredoo meluncurkan 17 BTS baru yang dibangun melalui program USO (Universal Services Obligation). Hadirnya jaringan dan layanan Indosat Ooredoo ini bertujuan untuk memberikan akses telekomunikasi, membuka peluang dan potensi ekonomi, sekaligus mewujudkan visi pemerintah dalam membangun ekonomi digital bagi seluruh masyarakat di pelosok tanah air.

17 BTS baru dari target 119 BTS USO tersebut kini sudah melayani masyarakat di provinsi Kalimantan Barat (beberapa kecamatan di Kabupaten Ketapang dan Kapuas Hulu), Kalimantan Utara (Nunukan), Maluku Utara (Halmahera Utara dan Halmahera Barat) dan Nusa Tenggara Timur (Alor Timur dan Mataru).

Indosat Ooredoo ditunjuk oleh pemerintah untuk melaksanakan program USO melalui pembangunan 119 BTS di wilayah terpencil yang tersebar di 7 provinsi, yaitu Provinsi Kepulauan Riau (Kepulauan Anambas dan Natuna), Provinsi Kalimantara Utara (Nunukan, Malinau), Provinsi Kalimantan Tengah (Kapuas), Provinsi Kalimantan Barat (Sanggau, Ketapang, Kapuas Hulu), Provinsi Nusa Tenggara Timur (Alor, Belu, Manggarai Timur, Mataru), Provinsi Maluku (Maluku Tenggara Barat) dan Provinsi Maluku Utara (Halmahera Barat, Halmahera Utara).

“Kami sangat mengapresiasi pemerintah yang telah memberikan kepercayaan kepada Indosat Ooredoo untuk menjadi bagian dari pelaksana program USO. Hal ini sejalan dengan misi dan komitmen kami untuk terus membangun infrastruktur telekomunikasi di daerah terpencil guna memberikan hak yang sama bagi masyarakat di wilayah tersebut untuk dapat menikmati layanan telekomunikasi, membangun kehidupan sosial dan ekonomi sekaligus mengejar ketertinggalan dari wilayah lain. Tidak hanya itu, pembangunan infrastruktur telekomunikasi yang kami lakukan juga bertujuan untuk menjaga kedaulatan dan kesatuan wilayah Republik Indonesia, khususnya bagi wilayah-wilayah terdepan dan terluar yang berbatasan dengan negara lain,” demikian disampaikan President Director & CEO Indosat Ooredoo, Joy Wahjudi.

Indosat Ooredoo memberikan kontribusi USO sebesar Rp 1,8 Trillun dalam 6 tahun terakhir. Kontribusi tersebut merupakan 1,25% dari pendapatan kotor. Indosat Ooredoo selama ini senantiasa berusaha untuk berperan aktif dalam pelaksanaan program USO bersama dengan BP3TI (Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika). Dan pada tahun 2017 BP3TI menunjuk Indosat Ooredoo untuk membangun BTS USO sebanyak 119 site di 7 provinsi di Indonesia.

Masyarakat di daerah dimana BTS USO Indosat Ooredoo dibangun, kini telah dapat menikmati layanan telekomunikasi dari Indosat Ooredoo. Diharapkan kehadiran BTS USO Indosat Ooredoo ini juga akan meningkatkan daya tarik ekonomi, mengundang masuknya investasi bagi daerah terpencil, membangun daya saing, sehingga pada akhirnya akan meningkatkan kualitas kehidupan dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan..