Highlight CONNEX Webinar Series "Smart City, Langkah Kunci Adaptasi Era Kebiasaan Baru & Indonesia Digital Nation"



 

Bagaimana cara pemerintah daerah menghadapi era digital, sekaligus mengamankan kesehatan warga pada era Kebiasaan Baru? Seri webinar Connex, “Siap Hadapi Era Adaptasi Kebiasaan Baru dengan Smart City Berinfrastruktur Teknologi Cerdas & Aman” yang dilangsungkan pada Kamis (16/7) lalu, mengupas kondisi & strategi adaptasi pemerintah daerah menghadapi kedua tantangan tersebut.

Webinar Connex kali ini dipandu oleh Supriyadi (VP IoT & Apps Solution Indosat Ooredoo), bersama pembicara

  • Samuel Abrijani Pangerapan, B.Sc (Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi & Informasi RI)
  • Hj. Airin Rachmi Diany, S.H., M.H., M.Kn (Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia &
  • Bayu Hanantasena (Chief Business Officer Indosat Ooredoo)
  • Fulli Humaerah (SVP-Head Regional Account & SME Indosat Ooredoo)
  • H.M. Rizal Effendi, SE (Wakil Ketua Bidang Ekonomi dan Keuangan APEKSI & Walikota Balikpapan)
  • H. Arief Rachadiono Wismansyah, B.Sc., M.Kes (Walikota Tangerang)
  • M. Ivan Nugroho (Business Development & Channel Manager, Alibaba Cloud Indonesia)
  • Rama Raditya (Founder & CEO Qlue)
“Sebagaimana kondisi pandemi yang sedang kita hadapi bersama, teknologi sangat dibutuhkan agar dapat menghadirkan solusi cerdas untuk mendukung pemerintah,”
Bayu Hanantasena, Chief Business Officer Indosat Ooredoo.

Airin Rachmi Diany selaku Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia & Walikota Tangerang Selatan), menegaskan peran pemerintah daerah sebagai pelaksana pelayanan publik. Melalui sepuluh masalah kunci pemerintahan kota, Airin menyampaikan bahwa teknologi (khususnya digital) sangat membantu pelaksanaan pemerintahan saat pandemi Covid-19.



Ia menyebut beberapa inisiatif & kebijakan sejumlah pemerintah kota anggota APEKSI, seperti sistem pendidikan jarak jauh/daring, monitoring process penanganan kasus Covid. Percepatan proses pembangunan Smart City, menurut Airin, adalah key learning dari pandemi Covid-19.

“Kami bersepakat bahwa teknologi tidak menyulitkan, tapi memudahkan kita bekerja. Namun teknologi bukanlah segala-galanya, kita berinovasi & beradaptasi dengan pandemi, maka kita mengubah pola pikir, mengubah budaya tentunya memperkuat kolaborasi & kerjasama di wilayah kota masing-masing,” jelas Airin



Setelah sesi pemaparan Airin, Samuel Abrijani (Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemkominfo) kemudian meneruskan dengan layouting peta rencana transformasi digital berjudul Indonesia Digital Nation: Bermartabat, Berkeadilan dan Berdaya Saing.

Pada peta tersebut, langkah pertama adalah menyelesaikan masalah konektivitas sebagai tantangan yang perlu diselesaikan oleh pemerintah pada satu-dua tahun mendatang. Menurut Samuel, saat ini masih ada 12.000 desa dengan layanan internet tidak memadai atau tidak ada sama sekali.

“Di era digital semua orang harus mendapatkan kesempatan yang sama, kalau kita di kota besar punya koneksi yang aman, lalu bagaimana teman teman di daerah?” tukas Samuel.

Berikutnya, langkah kedua adalah cara meningkatkan kualitas sumber daya baik masyarakat & pemerintahan terutama menyiapkan manusia sebagai sentral dari transformasi digital, serta teknologi sebagai enabler. Langkah terakhir, adalah persiapan soft infrastructure atau regulasi yang dimulai Perpres Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Samuel mengakui pemerintah pusat telah mencanangkan program aplikasi umum pada 2024 untuk digunakan kementrian & berbagai lembaga di wilayah regional. Aplikasi tersebut akan mengintegrasikan masing-masing perangkat pemerintahan elektronik, agar bisa saling bicara dengan efektif via platform & format data seragam.

Menurut Samuel, pemerintah tengah mendorong tiap daerah untuk memiliki master plan, ini akan dituangkan perbup, peraturan walikota atau perda, agar ada kontinuitas kebijakan. Langkah tersebut diperlukan karena Smart City adalah pembenahan menyeluruh berkelangsungan, termasuk cara kerja pemerintahan, pelayananan masyarakat, manajemen sumber daya lewat bantuan teknologi.

“Yang pertama harus berubah adalah mindset, bahwa maukah kita membuka diri? Karena ketika bilang Smart City maka kita harus transparan, sudah siapkah kita menjalankan sistem pemerintahan yang terbuka? Saat masyarakat berpartisipasi & berkolaborasi, kita bisa menjadi co-creator bersama untuk menciptakan layanan baru, ini harus disiapkan oleh daerah.

Tahapan kedua, kita ada pelatihan dan ada anggaran penunjang bila masterplan disepakati oleh Kementrian Bappenas & Keuangan. Ini kan lintas kementrian ya, ada Bappenas, Kominfo, PUPR & Kemendagri untuk mendorong percepatan tumbuhnya Smart City,” ucap Samuel menutup sesi pertama.


Solusi & Produk Terkait

Command Center

Pusat visualisasi data dari sistem & infrastruktur ICT Indosat Ooredoo Smart City.

Lihat

Aplikasi Pemantau Kesehatan

Fitur Indosat Ooredoo Smart City yang memantau kondisi kesehatan warga kota di ruang publik.

Lihat

Hubungi kami untuk informasi lanjut terkait dengan layanan kami

Telepon Kami 0815-1201-8888
Kami akan menghubungi Anda Request a call back